Setelah melalui berbagai kesenewenan, ketegangan, kepanikan, kelelahan luar biasa, dan sedikit gontok-gontokan di sana sini,
Indonesian Art Festival 2003 berakhir. Buat gue pribadi, acara ini sukses besar, dan benar-benar membahagiakan semua pihak yang terlibat. Beberapa kelemahan yang cukup signifikan, seperti ngadatnya
wireless mics akibat gangguan gelombang handphone, ter'bayar' dengan apiknya oleh penampilan performers yang menggelegar termasuk
MC-nya, nuansa panggung yang demikian menarik termasuk lampunya, dan penonton yang ramah serta luar biasa suportif.
Tentunya gue agak obyektif dalam menilai acara ini, karena gue terlibat terlalu banyak di dalamnya.
Liputan Dita mungkin bisa memberi gambaran lebih netral tentang IAF, hehehe...

Gue sendiri yang tugas off stage-nya kebagian jadi
liaison officer, sangat menikmati masa-masa nemenin
mahluk-mahluk Mocca. Nggak berasa kayak nemenin artis, wong ya mereka juga gaya santai
(termasuk gembelnya Riko yang gue cela-cela mulu, hehehe, sori ya Ko... :P) dan antusias diajak ke mana-mana
(ini enaknya nemenin orang pertama keluar negeri: selalu asik-asik aja diajak ke mana-mana, hehehe...). Rada kangen juga setelah empat hari bareng mereka, semoga kapan-kapan ketemu lagi ye...
Cukuplah kenangan itu... balik lagi ke rutinitas
*yang membosankan, hiks...* Sabtu ini gak ada lagi latian buat IAF, daku harus ngapain dong?
*guling-guling di kasur tanda orang super pengangguran*