Cay Indra and his fresh thoughts.

Friday, May 03, 2002

What we have done for ourselves alone dies with us; what we have done for others and the world remains and is immortal. -- Albert Pike

Hari ini gue pergi nganterin seseorang untuk ngurus pindah alamat di KBRI Singapore. Pas pulang, gue menerawang sendiri: si anak ini begitu pendiam, nggak banyak ngomong, dan sama sekali nggak gaul, in the sense of dia nggak ngumpul sama temen-temen sejawatnya. Tapi sejak minggu lalu, dia secara spesifik minta gue nganterin dia pergi hari ini.

Dan ini bukan yang pertama. Ada dua tiga orang laen, yang lebih pendiem dan memisahkan diri dari orang laen (bahkan orang sampe nanya, "Oo, ada ya, si X itu orang Indonesia ya? Kirain...."). Tapi gak tau kenapa, mereka cukup terbuka sama gue, plus banyak omong (kadang-kadang malah kebanyakan, sampe gue cape :P). Dan dari omong-omong gitu, keliatan kalo sebenernya mereka itu adalah orang-orang normal juga, bahkan kaya pengalaman dan cerita untuk dibagi ke orang laen. mereka bukan mahluk aneh, freak yang harus diem dan memisahkan diri dari orang-orang lain. There's nothing to hide.

Entahlah, sepertinya memang tabiat mereka untuk nggak terlalu banyak gaul. Buat gue, jelas ini suatu anugrah: ada orang-orang yang percaya sama gue, dan mau ngomong spesial ke gue. Namun tetep aja, gue pengen banget ngebawa mereka ke "dunia normal," di mana cerita-cerita mereka bakal jauh lebih menarik dan berguna buat orang laen. Apa niat gue salah, ya?